Upaya peretasan dan penyebaran bocoran gim Grand Theft Auto VI (GTA 6) kembali menemui jalan buntu. Kelompok atau individu beridentitas anonim CyberLeek, yang menjadi dalang di balik maraknya rekaman video gameplay dan peta GTA 6 sejak pertengahan Agustus lalu, kini mendadak menghilang dari jagat maya.
Situs cermin (mirror) terakhir milik CyberLeek kini hanya menampilkan pesan kesalahan 502 error, sementara saluran Telegram utama yang mereka gunakan untuk mendistribusikan materi bocoran telah ditutup akibat laporan pelanggaran hak cipta. Tumbangnya akses publik ini terjadi setelah penerbit GTA 6, Take-Two Interactive, melancarkan aksi hukum agresif dengan dukungan penuh dari raksasa teknologi Microsoft.
Aksi Serangan Hukum Bersama Take-Two dan Microsoft
Langkah penindakan ini meningkat pesat ketika Take-Two mengajukan surat panggilan pengadilan (subpoena) di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York. Tindakan hukum tersebut secara spesifik menyasar platform Discord dan Microsoft, tempat di mana direktori GitHub yang menampung materi bocoran dan tautan ke saluran Telegram CyberLeek Research tersimpan.
Keterlibatan Microsoft secara terbuka dikonfirmasi oleh Chief Technology Officer (CTO) Scott Van Vliet. Melalui unggahan di media sosial, ia menyatakan bahwa Microsoft aktif membantu jajaran pimpinan penerbit gim untuk melindungi karya kreatif dan hak kekayaan intelektual mereka. Baik Discord maupun Microsoft kini diberi tenggat waktu hingga 4 September untuk menyerahkan data identifikasi penting peretas, termasuk alamat email pendaftaran, alamat IP, hingga ID perangkat yang digunakan.
Motif Unik CyberLeek dan Masa Depan Pengamanan GTA 6
Berbeda dengan aksi peretasan GTA 6 pada tahun 2022 lalu yang murni bermotif pemerasan, CyberLeek membungkus aksinya sebagai bentuk protes terhadap kebijakan industri gim. Mereka menuntut Rockstar Games untuk menghentikan sistem pra-pemesanan digital, membatalkan penjualan DLC mode cerita tunggal yang dinilai palsu, serta menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik. Bahkan, kelompok ini sempat meluncurkan token kripto buatan sendiri untuk mendanai operasinya.
Awalnya, upaya Take-Two untuk memblokir domain CyberLeek sempat terhambat karena sang peretas terus berpindah ke domain alternatif demi menjaga aksesibilitas. Namun, kolaborasi lintas raksasa teknologi antara Take-Two, Microsoft, dan platform komunitas seperti Discord terbukti menjadi pukulan telak yang melumpuhkan rantai distribusi bocoran tersebut secara menyeluruh.
Penutupan mendadak seluruh saluran CyberLeek ini memperlihatkan komitmen tanpa kompromi dari Take-Two dan Rockstar Games dalam menjaga kerahasiaan GTA 6 menjelang pengumuman resminya. Bagi para gamer dan pengembang, insiden ini menjadi pengingat tegas bahwa tindakan mendistribusikan karya cipta ilegal di industri gim modern akan berhadapan langsung dengan konsekuensi hukum yang sangat berat.


