Game open-world survival garapan DigX Studios, The Infected, tengah menggelar potongan harga sebesar 55 persen di platform Steam. Perangkat lunak simulasi bertahan hidup berbasis sudut pandang orang pertama (first-person) ini kini dibanderol seharga Rp127 ribuan ($7.19) dari harga normal Rp283 ribuan ($15.99). Promosi ini berlaku terbatas hingga 2 November 2026.
Meskipun masih berstatus Early Access sejak dirilis pada 7 Agustus 2020, game ini berhasil mengantongi 83 persen ulasan positif dari total 7.035 ulasan pengguna di Steam. Daya tarik utamanya terletak pada kedalaman mekanik base-building serta kebebasan eksplorasi sumber daya. Harganya tergolong sangat kompetitif. Namun, ada beberapa catatan teknis yang patut dipertimbangkan sebelum Anda membelinya.
Kebebasan Rancang Bangun dan Mekanik Bertahan Hidup
Alur permainan The Infected berfokus pada pengalaman bertahan hidup mandiri di alam liar yang dipenuhi berbagai tantangan fisik. Pemain dituntut mengumpulkan bahan mentah, menambang bijih besi, hingga merakit perkakas tingkat lanjut untuk mendirikan tempat tinggal. Pilihan lokasi pembangunan markas sepenuhnya berada di tangan pemain tanpa batasan kaku. Kebebasan ini menjadi poin krusial.
Sistem pendukung kehidupan dalam game ini tergolong kompleks untuk ukuran judul independen. Pemain bisa membangun pembangkit listrik, merancang pemanen air, bercocok tanam, hingga beternak dan berburu hewan liar. Pemenuhan kebutuhan nutrisi dan makanan olahan menjadi kunci utama agar karakter tidak mati kelaparan. Elemen ini dieksekusi cukup rapi.
Dinamika Cuaca dan Ancaman Makhluk Vambies
Tantangan di alam terbuka diperhitungkan secara matang lewat siklus siang-malam yang dinamis serta perubahan cuaca yang fluktuatif. Kondisi iklim ekstrem dapat membantu atau justru mempersulit mobilitas harian pemain dalam mencari pasokan makanan. Adaptasi lingkungan menjadi hal wajib.
Dunia dalam game ini juga dihuni oleh makhluk hibrida yang agresif yang dikenal dengan sebutan Vambies. Pemain harus menyiapkan pertahanan markas sekaligus merakit ragam senjata jarak dekat maupun jarak jauh untuk menghalau serangan mereka. Kehadiran Vambies memberikan tekanan konstan pada ritme permainan harian.
Catatan Kekurangan: Dunia Sepi dan Tanpa Mode Co-op
Kendati mendapat respons positif dari komunitas Steam, The Infected tidak lepas dari kekurangan mendasar. Sebagian pemain menilai peta open world yang disajikan terasa hampa dan minim variasi interaksi lingkungan. Latar tempatnya terasa kurang berjiwa.
Masalah terbesar yang kerap dikeluhkan adalah ketiadaan mode co-op multiplayer. Pemain terpaksa menjelajahi seluruh area sendirian tanpa bantuan rekan satu tim. Selain itu, beberapa bug teknis dari masa awal rilis dilaporkan belum mendapatkan pembenahan menyeluruh dari pihak pengembang.
Menimbang Layak Beli The Infected Saat Potongan Harga
Penawaran harga Rp127 ribuan ($7.19) saat ini memang menjadi momentum yang menggiurkan bagi penikmat genre survival crafting. Angka ini mendekati rekor harga terendah sepanjang masa di SteamDB yang pernah menyentuh Rp124 ribuan ($6.99) pada 30 April 2021 lalu.
Bagi pemain yang menyukai kebebasan merancang markas tanpa gangguan pemain lain, game ini menawarkan jam bermain yang cukup memuaskan. Namun, jika Anda mencari game survival dengan jalan cerita mendalam atau pengalaman bermain bersama teman, kekosongan fitur co-op mungkin akan terasa mengecewakan.