GAMING / LIPUTAN KHUSUS

Belum Genap Setahun Rilis, Mengapa Riot Games Suntik Mati 2XKO?

/ Riot Games mengejutkan komunitas dengan menghentikan pengembangan aktif game tarung gratis 2XKO hanya beberapa bulan setelah rilis resmi.

YOKOYAMA •
Karakter game tarung 2XKO dari Riot Games
Riot Games memutuskan untuk menghentikan pengembangan aktif game tarung 2XKO mulai Desember 2026.
FOTO: Riot Games

Industri game kembali diguncang oleh keputusan drastis dari salah satu raksasa publisher global. Riot Games secara resmi mengumumkan akan menghentikan pengembangan aktif untuk game pertarungan tag-team gratis (free-to-play) mereka, 2XKO, pada Desember 2026. Keputusan ini sangat mengejutkan mengingat game tersebut baru saja meluncur secara penuh pada Januari 2026, yang berarti usianya belum genap satu tahun di pasar global.

Meskipun server permainan dipastikan akan tetap menyala di platform PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S, Riot menegaskan tidak akan ada lagi pembaruan konten besar, musim baru, maupun penambahan karakter (champion) setelah patch perbaikan bug terakhir dirilis. Langkah ekstrem ini menyusul gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) sebelumnya yang sempat memangkas hampir setengah dari tim pengembang 2XKO setelah popularitas game ini mulai menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

Mengapa Game Tarung Ambisius Ini Gagal Bertahan?

Riot Games secara terbuka mengungkapkan bahwa keputusan pahit ini didorong oleh rendahnya tingkat retensi pemain (player retention). Meskipun peluncuran beberapa karakter ikonik dari semesta League of Legends seperti Akali, Senna, dan Thresh sempat disambut antusias oleh komunitas, angka tersebut tidak cukup kuat untuk mempertahankan basis pemain harian dalam jangka panjang. Genre game tarung tag-team yang cenderung ceruk (niche) terbukti sangat sulit untuk mempertahankan pemain kasual.

Pihak manajemen Riot mengaku telah mengeksplorasi berbagai opsi penyelamatan sebelum mengambil keputusan final ini. Opsi seperti merampingkan jumlah staf pengembang, mengubah jadwal rilis patch, hingga merombak total model bisnis game sempat masuk dalam meja diskusi. Namun, pada akhirnya, mereka memilih untuk menyelesaikan konten yang sudah dijanjikan dan perlahan mundur dari pengembangan aktif guna menghindari kerugian finansial yang lebih masif.

Kompensasi Refund dan Nasib Konten Terakhir

Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada komunitas yang terlanjur menginvestasikan uang mereka, Riot Games berkomitmen untuk mengembalikan dana (refund) bagi semua pembelian KO Points dan Starter Edition yang dilakukan sebelum tanggal 20 Agustus. Langkah ini tergolong jarang terjadi di industri live-service dan patut diapresiasi sebagai upaya menjaga reputasi baik perusahaan di mata para gamer setianya.

Selain refund, Riot juga akan membuka kunci seluruh champion di dalam game secara gratis untuk semua pemain. Bagi mereka yang masih ingin mengoleksi item kosmetik, Riot memaketkan sebagian besar skin dan aksesori ke dalam satu paket pembelian satu kali seharga sekitar Rp640 ribuan ($39,99). Sebelum game ini benar-benar masuk ke fase pemeliharaan (maintenance mode) tanpa Ranked Mode dan Battle Pass, dua champion terakhir yaitu Lux dan Samira dijadwalkan tetap akan dirilis masing-masing pada September dan Oktober mendatang.

Sinyal Bahaya bagi Tren Game Live-Service

Kasus matinya 2XKO menambah panjang daftar kegagalan game live-service ambisius yang mencoba peruntungan di luar pilar utama mereka. Sebelumnya, Riot Games juga telah menutup divisi penerbitan indie mereka, Riot Forge, pada awal 2024 setelah merilis enam judul game. Nasib serupa juga menimpa game kartu Legends of Runeterra yang timnya dirampingkan, serta pembatalan proyek sandbox RPG Hytale yang akhirnya dijual kembali ke pengembang aslinya.

Fenomena ini membuktikan bahwa pasar live-service saat ini sudah sangat jenuh dan kejam. Mempertahankan ekosistem game gratisan membutuhkan basis pemain aktif berskala raksasa yang konsisten melakukan transaksi mikro. Ketika sebuah game gagal menembus audiens arus utama (mainstream) di luar komunitas inti genre tersebut, biaya operasional server dan pengembangan konten baru akan langsung mengecilkan kelangsungan hidup game itu sendiri.

SERI LIPUTAN

Eksplorasi Liputan #Riot Games

Semua #Riot Games
Anker x Valorant Rilis Charger Pintar Berlayar Digital dan Bonus Eksklusif
GAMING

Anker x Valorant Rilis Charger Pintar Berlayar Digital dan Bonus Eksklusif

Kolaborasi Anker dan Valorant hadirkan charger pintar berlayar digital interaktif dan bonus loot box fisik eksklusif seharga mulai Rp1,2 jutaan.

5 Sep 2026 Baca artikel →
Y
PC HARDWARE & GAMING TECH REVIEWER

Yokoyama

Menulis liputan dan ulasan gaming, laptop, dan PC di KabarGadget.id. Fokus pada perangkat keras, konsol, game PC, dan emulator.

LIHAT SEMUA ARTIKEL OLEH YOKOYAMA →

TERKAIT