Pengembang independen asal Bandung, Eksil Team, bersama penerbit Big Fan Games resmi mengumumkan tanggal rilis untuk game third-person brawler garapan mereka, Acts of Blood. Game aksi yang kental dengan nuansa bela diri lokal ini bakal meluncur di PC via Steam dan Microsoft Store pada 4 Desember 2026 dengan harga Rp354 ribuan ($19.99). Versi konsol untuk PlayStation 5 serta Xbox Series X|S dipastikan menyusul pada 2027.
Jadwal peluncuran akhir tahun ini sedikit bergeser dari target awal Summer 2026 yang sempat diumumkan pada ajang Summer Game Fest 2025. Meski begitu, keterlibatan Big Fan Games yang berada di bawah naungan Devolver Digital memberi sinyal positif terkait kualitas pemolesan akhir game tersebut. Pemain yang penasaran sudah bisa mencoba demo gratis yang tersedia di Steam sejak November 2024.
Mekanisme Pertarungan Kombinasi Silat dan Senjata Interaktif
Sistem pertarungan menjadi sajian utama yang sangat dinantikan dari Acts of Blood. Eksil Team mengombinasikan berbagai cabang seni bela diri seperti Seni Bela Diri Silat, Taekwondo, Muay Thai, Kickboxing, hingga Wrestling. Pemain harus merangkai serangan, melakukan block, serta melancarkan counter attack dengan presisi tinggi. Respon cepat sangat dibutuhkan.
Hendra bertarung tanpa ampun. Setiap pertempuran menyajikan gelombang musuh yang bervariasi hingga pertarungan boss yang tangguh. Seiring meningkatnya keahlian Hendra, pemain dapat membuka beragam jurus baru dan mengeksekusi gerakan finisher yang sangat brutal. Berdasarkan keterangan di halaman Steam, game ini mengusung label mature content dengan visual kekerasan grafis, darah, hingga pemotongan anggota tubuh.
Selain mengandalkan pukulan dan tendangan, Hendra juga bisa memanfaatkan beragam senjata jarak dekat seperti pemukul bisbol dan pisau, hingga senjata api. Pemain dapat mengalihkan jenis senjata di tengah-tengah rantai combo tanpa merusak ritme serangan. Lingkungan sekitar juga berfungsi sebagai senjata tambahan. Pemain dapat melempar musuh ke perabotan rumah tangga atau menendang objek di sekitar untuk melumpuhkan lawan. Elemen parkour membuat pergerakan karakter saat memanjat, berlari, dan menyelinap terasa alami.
Alur Cerita Hendra dan Atmosfer Kota Dystopia Bandapa
Dari segi narasi, Acts of Blood mengangkat kisah pembalasan dendam pribadi. Pemain mengendalikan Hendra, seorang mahasiswa hukum yang keluarganya dibantai secara terencana. Kejahatan harus dibayar tuntas. Ketika sistem peradilan gagal memberikan keadilan, Hendra memutuskan mengambil jalan sendiri di jalanan Kota Dystopia Bandapa. Kota ini merupakan versi fiktif yang terinspirasi langsung dari sudut-sudut kota Bandung.
Di antara jeda misi pertarungan yang intens, pemain dapat kembali ke markas tempat tinggal Hendra. Apartemen ini berfungsi sebagai area persiapan untuk mengubah penampilan karakter utama. Beragam opsi kustomisasi seperti pakaian, tato, dan gaya rambut dapat dibuka serta dikustomisasi sebelum Hendra kembali turun ke jalanan Bandapa.
Strategi Perilisan dan Harapan Performa di PC
Sebagai karya debut Game Indonesia 2026 dari Eksil Team, peluncuran Acts of Blood di PC menjadi pembuktian penting bagi potensi pengembang game Game PC Tanah Air. Harga Rp354 ribuan ($19.99) tergolong sangat bersaing untuk sebuah game aksi dengan skala produksi yang tergarap rapi. Dukungan penerbit sekelas Big Fan Games diharapkan mampu memastikan optimasi performa serta stabilitas frame rate yang mulus di berbagai spesifikasi PC.
Penundaan rilis hingga Desember 2026 memberikan waktu tambahan bagi tim pengembang untuk memoles kestabilan respons kendali dan manajemen suhu sistem PC saat merender adegan aksi padat. Bagi para pengikut game aksi lokal, kehadiran demo di Steam menjadi sarana terbaik untuk menguji performa perangkat keras masing-masing sebelum versi finalnya resmi dirilis.