Timex kembali memperluas lini katalog produk klasiknya dengan meluncurkan dua varian jam tangan baru dari seri Addison di pasar Inggris dan Eropa. Mengusung pendekatan desain retro yang ringkas, lini anyar ini mengandalkan bodi berbentuk kotak dengan sentuhan angka Romawi penuh untuk memikat para pencinta gaya horologi klasik berukuran minimalis.
Kehadiran dua model baru ini langsung melengkapi portofolio global Timex, meski ketersediaannya saat ini masih terbatas di kawasan Eropa. Di balik tampilannya yang elegan, ada sejumlah detail material dan spesifikasi teknis yang menarik untuk dibedah secara mendalam.
Anatomi Desain dan Realita Material Bodi Kotak
Bagi para pencinta arloji, impresi pertama dari seri Addison ini terletak pada bentuk geometrisnya yang tidak biasa untuk standar jam tangan modern. Timex membekali kedua model baru ini dengan casing berbentuk kotak berukuran 23 mm dengan ketebalan 8 mm. Jarak dari lug ke lug tercatat di angka 31,5 mm dengan lebar lug 12 mm, membuat keseluruhan strukturnya terasa sangat ringkas di pergelangan tangan.
Satu hal yang perlu dicatat secara objektif adalah material pembuatannya. Alih-alih menggunakan baja tahan karat atau stainless steel, Timex memilih material kuningan rendah timbal (low lead brass) yang dipoles dan dilapisi warna sesuai varian. Pada rentang harga yang ditawarkan, keputusan ini tergolong standar di industri. Namun, pembeli perlu memahami bahwa kuningan memiliki karakteristik berbeda terhadap keringat dan gesekan kulit seiring pemakaian bertahun-tahun dibanding baja.
Dari segi bobot, jam tangan ini sangat ringan dengan berat hanya 24 gram saja. Kombinasi dimensi mungil dan bobot seringan bulu memastikan kenyamanan penggunaan harian tanpa membebani pergelangan tangan Anda.
Detail Dial, Ketahanan Air, dan Performa Mesin Quartz
Bagian muka jam tangan ini dirancang dengan konsep minimalis namun tetap fungsional. Dial berukuran mungil tersebut dihiasi oleh angka Romawi penuh di sekeliling permukaannya. Permukaan dial juga diberi tekstur khusus agar mampu memantulkan cahaya dari berbagai sudut pandang.
Sebagai bingkai luar, terdapat aksen jalur menit bergaya rel kereta (railroad minute track) yang memperkuat kesan klasik. Seluruh komponen dial ini dilindungi oleh lapisan kaca mineral kristal yang cukup tangguh untuk pemakaian sehari-hari.
Urusan ketahanan terhadap cairan, jam tangan ini dibekali sertifikasi ketahanan air hingga 30 meter. Kapasitas ini idealnya hanya memadai untuk aktivitas ringan seperti terkena cipratan air saat mencuci tangan atau terjebak hujan, bukan untuk dibawa berenang atau menyelam.
Di sektor penggerak, Timex mempercayakannya pada modul mesin quartz standar yang ditenagai oleh sel baterai SR626SW. Untuk urusan tali pengikat, jam tangan ini dipadukan dengan strap kulit yang diklaim ramah lingkungan oleh pihak pabrikan, lengkap dengan gesper polos konvensional.
Pilihan Varian Warna dan Skema Harga di Pasar Global
Dua varian baru yang dirilis mencakup model TW2Y90600 yang tampil dengan casing bernuansa perak (silver-tone), dial berwarna perak, serta paduan strap kulit hitam. Sementara itu, model kedua adalah TW2Y90700 yang mengusung warna emas (gold-tone) dengan dial champagne serta strap kulit berwarna cokelat.
Bagi konsumen di Inggris, model berwarna perak dibanderol seharga Rp2,3 jutaan (£95), sedangkan varian emas dipasarkan seharga Rp2,5 jutaan (£105). Untuk wilayah Eropa, harga yang dipatok masing-masing berada di angka Rp2,2 jutaan (€109) dan Rp2,4 jutaan (€119).
Hingga saat ini, konsumen di Amerika Serikat belum bisa membeli kedua varian kulit ini secara resmi. Lini Addison di pasar AS saat ini masih diisi oleh empat model berbahan gelang baja dengan kisaran harga Rp2,5 jutaan ($139) hingga Rp2,8 jutaan ($159). Jika kelak varian bertali kulit ini masuk ke AS tanpa memperhitungkan PPN, harganya diperkirakan akan berada di kisaran Rp1,9 jutaan ($105) untuk versi perak dan Rp2 jutaan ($115) untuk versi emas, sehingga berpotensi lebih terjangkau dibanding versi gelangnya.



