Konsol berbasis FPGA yang terinspirasi dari desain klasik PlayStation 1, SuperStation One Transparent Collection, mencatat angka penjualan yang impresif sejak masa pre-order dibuka pada 7 Oktober lalu. Dibanderol seharga Rp4,4 jutaan ($249), beberapa varian warna edisi terbatas ini langsung ludes di pasaran meskipun membawa spesifikasi yang lebih minim dibanding batch sebelumnya.
Sebagai pengamat hardware yang kerap membongkar berbagai perangkat retro dan konsol kustom, keputusan Retro Remake merilis versi transparan ini memicu diskusi menarik. Di satu sisi, estetika cangkang transparan berhasil memikat para kolektor. Di sisi lain, pemangkasan fitur konektivitas menjadi catatan tersendiri bagi fungsionalitas konsol.
kekurangan Spesifikasi Demi Estetika Cangkang Transparan
Edisi koleksi transparan ini hadir dengan banderol harga yang sama persis dengan versi standar sebelumnya, yaitu Rp4,4 jutaan ($249). Namun, ada harga yang harus dibayar dari sisi fitur. Retro Remake memutuskan untuk meniadakan modul Wi-Fi, Bluetooth, dan NFC bawaan pada konsol ini. Konsekuensinya, beberapa fungsi nirkabel memerlukan aksesori eksternal tambahan agar dapat berjalan normal.
Tidak hanya itu, pemangkasan juga merambah sektor penyimpanan internal. Kartu microSD bawaan yang sebelumnya berkapasitas 64 GB pada Batch 5, kini disunat menjadi hanya 16 GB saja. Ini merepresentasikan pemotongan kapasitas penyimpanan sebesar 75 persen tanpa adanya penyesuaian harga jual bagi para konsumen.
Reaksi Pasar dan Perburuan Varian Warna Terbatas
Terlepas dari pemangkasan spesifikasi tersebut, antusiasme pembeli sama sekali tidak surut. Berdasarkan laporan dari Time Extension, dua dari lima pilihan warna cangkang transparan yang ditawarkan, yakni Smoke dan Watermelon, langsung ludes terjual dalam hitungan jam setelah masa pre-order dibuka. Sementara itu, varian warna Emerald, Frost, dan Atomic Purple dilaporkan masih tersedia pada saat pengecekan berkala dilakukan.
Konsol yang dijadwalkan mulai dikirimkan pada bulan Desember mendatang ini dibatasi hanya satu unit per pelanggan untuk memastikan distribusi yang merata. Di sisi lain, Taki Udon dari Retro Remake mengumumkan bahwa sisa motherboard Founders Edition akan didistribusikan secara acak ke dalam paket pembelian Transparent Collection. Faktor kejut ini tampaknya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta hardware retro.
Menimbang Nilai dan Fungsionalitas Konsol FPGA
Bagi para pencinta hardware yang mendalami ekosistem MiSTer, kehadiran konsol berbasis FPGA menawarkan replikasi logika perangkat keras orisinal yang jauh lebih akurat ketimbang sekadar emulasi perangkat lunak konvensional. Dukungan terhadap kontroler asli PS1, kartu memori fisik, serta kaset game klasik tetap dipertahankan dengan baik pada unit ini.
Bagi pembeli yang mengincar estetika nostalgia, kehadiran cangkang transparan ala edisi khusus masa lampau terbukti lebih menggoda ketimbang hilangnya fitur nirkabel bawaan. Terlebih lagi, pihak pabrikan sempat menyediakan promo bundling adapter nirkabel secara cuma-cuma bagi pemesan awal hingga batas waktu tertentu.