Sony kembali mencuri perhatian para audiophile global lewat pembaruan lini pemutar musik portabel andalannya. Kali ini, perusahaan asal Jepang tersebut memperkenalkan dua model terbaru dalam seri WM1, yakni Sony Walkman NW-WM1ZM3 dan NW-WM1AM3, yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman audio kelas atas.
Sebagai varian tertinggi, model NW-WM1ZM3 hadir dengan banderol harga fantastis mencapai Rp104,4 jutaan ($5,899). Di sisi lain, saudaranya yang lebih ramah di kantong, NW-WM1AM3, dipasarkan seharga Rp53,1 jutaan ($2,999). Kedua perangkat premium ini dijadwalkan mulai dikirimkan kepada pemesan pada Januari mendatang.
Desain Sasis Mewah dan Material Tembaga Sepuh Emas
Daya tarik utama dari Sony Walkman NW-WM1ZM3 terletak pada material bodi yang digunakan. Perangkat ini dibuat hampir seluruhnya dari tembaga sepuh emas, mulai dari rangka utama hingga baut-baut pengencangnya. Pemilihan material eksklusif ini tidak hanya memberikan kesan estetika yang mewah dan elegan, tetapi juga diklaim mampu meningkatkan kualitas akustik secara signifikan.
Menurut klaim pabrikan, sasis tembaga berlapis emas tersebut mampu menghadirkan respons bas yang lebih kaya, panggung suara atau soundstage yang lebih luas, serta detail frekuensi menengah dan tinggi yang lebih jernih sekaligus meredam gangguan derau (noise). Penggunaan material masif ini membuat bobot perangkat membengkak menjadi 670 gram, jauh lebih berat dibanding model aluminiumnya yang berada di angka 425 gram. Meski demikian, kedua pemutar musik ini memiliki dimensi fisik yang identik, yakni 15,8 x 8,6 x 2,3 sentimeter.
Sementara itu, model alternatif NW-WM1AM3 mengusung material bodi yang lebih ringan dengan dominasi aluminium. Bagian penutup casing belakang dan komponen pendingin panas (heat sink) pada varian aluminium ini tetap menggunakan material tembaga untuk mempertahankan performa termal dan stabilitas sistem.
Pembatasan Output Daya Kontroversial di Eropa
Di balik kemegahan spesifikasinya, peluncuran lini Walkman terbaru ini menyisakan catatan tersendiri bagi konsumen di kawasan Eropa. Sony menerapkan pembatasan output daya yang cukup drastis pada unit yang dipasarkan di wilayah tersebut, di mana keluaran dayanya dibatasi hanya sebesar 1,1 mW saja.
Sebaliknya, untuk pasar global seperti Amerika Serikat dan Jepang, soket headphone seimbang (balanced) 4.4 mm dipasangkan dengan amplifier bertenaga yang mampu menyemburkan daya hingga 250 mW per channel. Sementara itu, soket headphone standar 3.5 mm di wilayah non-Eropa mendukung keluaran minimal 60 mW. Kebijakan ini membuat varian Eropa tidak hanya memiliki batas volume maksimal yang lebih rendah, tetapi juga diprediksi akan kesulitan saat harus mengangkat headphone high-end berimpedansi tinggi.
Spesifikasi Internal dan Ketahanan Baterai
Sebagai perangkat pemutar media modern, kedua seri Walkman ini ditenagai sistem operasi Android 16 yang fleksibel. Pengguna dapat mengandalkan dukungan aplikasi streaming pihak ketiga serta konektivitas headphone bluetooth . Layar sentuh seluas 5,5 inci beresolusi 1080p disematkan di bagian depan untuk memudahkan navigasi menu dan perpajakan daftar putar lagu.
Untuk urusan ruang penyimpanan, Sony menyediakan opsi kapasitas internal sebesar 128 GB atau 256 GB tergantung pada model yang dipilih, yang masih bisa diperluas melalui slot kartu microSD. Daya tahan baterainya juga tergolong masif, di mana Sony mengeklaim perangkat mampu bertahan hingga 33 jam pemutaran file musik berformat FLAC secara terus-menerus.


