Pengguna iPhone, konsol game PlayStation 5, maupun Nintendo Switch kerap menghadapi masalah keterbatasan codec audio nirkabel bawaan. iFi meluncurkan dua transmitter Bluetooth USB-C ringkas, yaitu iFi Up Play dan iFi Up Play Max, untuk membawa standar transmisi audio resolusi tinggi seperti LDAC dan aptX ke perangkat yang sebelumnya terbatas pada codec standar SBC atau AAC.
Perangkat mungil berbobot hanya 3,0 gram ini dirancang langsung plug-and-play tanpa membutuhkan pengaturan daya yang rumit. Dengan harga mulai Rp1 jutaan ($59) untuk versi standar dan Rp1,6 jutaan ($89) untuk varian Max, iFi menawarkan jalan pintas bagi pencinta audio yang ingin menikmati potensi penuh dari TWS atau headphone flagship mereka.
Mengatasi Keterbatasan Codec Bawaan Konsol dan iPhone
Sistem operasi iOS pada iPhone dan konsol game modern seperti PS5 atau Nintendo Switch secara bawaan tidak menyediakan dukungan codec Hi-Res berbasis LDAC maupun keluarga aptX. Efeknya, penggunaan headphone premium seperti Sony WH-1000XM6 atau Sennheiser Momentum pada perangkat tersebut sering kali tertahan pada kualitas format kompresi SBC atau AAC. Hal ini menurunkan detail audio yang seharusnya dapat dinikmati.
Meskipun laptop berbasis Windows dan Mac memiliki fleksibilitas lebih, pengguna tetap memerlukan perangkat lunak pihak ketiga untuk mengaktifkan transmisi bitrate tinggi. Kehadiran dongle USB-C iFi Up Play menyelesaikan kerumitan tersebut secara hardware. Cukup tancapkan dongle ke port USB-C. Sinyal audio resolusi tinggi langsung terpancar dengan mulus.
Fitur iFi Up Play: Hemat Daya dengan K2 Technology
iFi Up Play ditenagai konektivitas Bluetooth 5.2 dengan konsumsi daya sangat efisien, yakni di bawah 10 mA. Penggunaan daya yang minim ini memastikan baterai smartphone atau konsol genggam tidak cepat terkuras saat digunakan bermain game atau mendengarkan musik dalam durasi panjang. Dongle ini mendukung codec LDAC, aptX, aptX Adaptive, aptX HD, AAC, serta SBC.
Untuk kebutuhan gaming, iFi menyediakan low-latency mode yang dapat diaktifkan melalui aplikasi pendamping iFi. Fitur ini menekan jeda suara secara signifikan. Langkah kaki musuh terdengar presisi. Selain itu, iFi menyematkan pemrosesan audio K2 Technology hasil kolaborasi JVC Kenwood dan Victor Studio. Teknologi ini bekerja merekonstruksi frekuensi tinggi yang hilang dari sumber audio terkompresi seperti MP3 agar terdengar lebih kaya.
Varian Up Play Max: Koneksi Bluetooth 5.4 dan aptX Lossless
Bagi pengguna yang membutuhkan performa transmisi nirkabel tanpa cela, iFi Up Play Max hadir dengan spesifikasi lebih tinggi. Varian ini sudah mengusung standar Bluetooth 5.4 serta menambah dukungan codec aptX Lossless dan teknologi Auracast. Dukungan aptX Lossless memungkinkan transfer data audio setara CD secara bit-for-bit tanpa kehilangan kualitas, ideal untuk dipadukan bersama headphone nirkabel generasi terbaru.
Secara fisik, kedua varian memiliki dimensi persis sama, yaitu 27,6 x 20,8 x 8 mm. Ukuran ini sangat ramping sehingga tidak mengganggu saat terpasang pada port USB-C smartphone atau konsol genggam. Khusus penggunaan codec SBC, transmitter ini juga mampu terhubung ke dua pasang headphone nirkabel secara bersamaan.
Menimbang iFi Up Play Series untuk Ekosistem Audio Harian
Hadirnya iFi Up Play dan Up Play Max menjadi angin segar bagi pengguna iPhone dan gamer yang menginginkan kualitas suara nirkabel kelas atas. Keduanya berhasil menjembatani jurang kompatibilitas codec tanpa mengorbankan portabilitas maupun efisiensi baterai perangkat utama.
Dengan banderol Rp1 jutaan ($59) untuk model standar dan Rp1,6 jutaan ($89) untuk tipe Max, iFi menghadirkan aksesori audio yang sangat terfokus pada fungsionalitas. Bagi Anda yang sudah berinvestasi pada headphone atau TWS high-end berbasis LDAC atau aptX Lossless, dongle ini merupakan jembatan kecil yang sangat layak masuk dalam daftar belanja harian.