GADGET & AUDIO / LIPUTAN KHUSUS

10 HP dengan Tingkat Radiasi SAR Tertinggi dan Batas Amannya

/ Ketahui daftar ponsel dengan nilai SAR tertinggi dan bagaimana regulasi global memastikan pancaran radiasi tetap dalam batas aman.

ANIF SIRSAEBA •
10 HP dengan Tingkat Radiasi SAR Tertinggi dan Batas Amannya
10 HP dengan Tingkat Radiasi SAR Tertinggi dan Batas Amannya
FOTO: mskcc.org

Isu mengenai radiasi perangkat seluler sering kali menimbulkan kekhawatiran tersendiri di kalangan konsumen. Di tengah ketergantungan masyarakat modern terhadap telepon pintar, pemahaman mendalam mengenai dampak energi elektromagnetik terhadap kesehatan menjadi aspek yang krusial untuk dicermati secara objektif.

Untuk mengukur tingkat paparan energi elektromagnetik yang diserap oleh tubuh manusia, industri gawai dan badan pengawas internasional mengacu pada metrik resmi bernama Specific Absorption Rate (SAR). Radiasi yang dihasilkan ponsel tergolong ke dalam gelombang non-ionisasi pada spektrum elektromagnetik, berbeda secara mendasar dari radiasi ionisasi seperti sinar-X atau sinar gamma yang dapat langsung merusak ikatan molekul maupun struktur DNA.

Memahami Metrik SAR dan Batas Standar Keamanan Global

Indeks Specific Absorption Rate (SAR) dihitung dalam satuan Watt per kilogram (W/kg), yang merepresentasikan besaran daya rata-rata yang diserap per unit massa jaringan tubuh. Lembaga standardisasi global, seperti Federal Communications Commission (FCC) di Amerika Serikat dan Komisi Regulasi di Uni Eropa, telah menerapkan ambang batas ketat sebelum sebuah ponsel diizinkan beredar di pasar komersial.

Sebagai tolak ukur, regulasi di wilayah Uni Eropa mematok batas maksimal SAR sebesar 2,0 W/kg untuk area kepala, sementara FCC memberlakukan batas yang lebih ketat yaitu 1,6 W/kg. Angka batas aman ini ditentukan dengan margin keselamatan yang sangat luas agar terhindar dari efek termal atau kenaikan suhu berlebih pada jaringan biologis manusia.

Penting untuk dicatat bahwa nilai SAR yang tercantum pada lembar spesifikasi resmi produsen adalah hasil pengujian laboratorium pada kondisi paling ekstrem, yakni saat ponsel dipaksa memancarkan sinyal radio pada level daya transmisi tertinggi. Pada pemakaian kasual sehari-hari, tingkat paparan aktual yang diterima pengguna umumnya berada jauh di bawah nilai maksimum tersebut.

Deretan Ponsel dengan Skor SAR Relatif Tinggi

Berdasarkan pengujian teknis terhadap berbagai perangkat yang beredar, sejumlah model mencatatkan indeks SAR yang mendekati batas regulasi namun tetap memenuhi syarat perizinan resmi. Berikut adalah daftar sepuluh ponsel pintar dengan catatan nilai SAR tertinggi:

• Motorola Edge: 1,79 W/kg

• ZTE Axon 11 5G: 1,59 W/kg

• OnePlus 6T: 1,55 W/kg

• Sony Xperia XA2 Plus: 1,41 W/kg

• Google Pixel 3 XL: 1,39 W/kg

• Google Pixel 4a: 1,37 W/kg

• Oppo Reno5 5G: 1,37 W/kg

• Sony Xperia XZ1 Compact: 1,36 W/kg

• Google Pixel 3: 1,33 W/kg

• OnePlus 6: 1,33 W/kg

Jika diperhatikan secara seksama, sebagian besar perangkat dalam daftar di atas merupakan model lawas yang diluncurkan beberapa tahun lalu. Kendati demikian, seluruh perangkat tersebut tetap lulus sertifikasi resmi dan tidak melanggar ketentuan ambang batas maksimum yang diberlakukan di berbagai kawasan hukum.

Faktor Lingkungan dan Tips Meminimalkan Paparan Radiasi

Kekuatan pancaran radiasi ponsel di dunia nyata sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan operasional, terutama stabilitas sinyal seluler. Saat berada di area dengan penerimaan sinyal yang lemah seperti di dalam lift, basemen, atau wilayah pelosok, modem radio pada ponsel akan otomatis meningkatkan daya pancar secara maksimal untuk mencari menara pemancar (BTS), yang berakibat pada lonjakan nilai radiasi seketika.

Hukum kuadrat terbalik pada fisika gelombang elektromagnetik juga berlaku, di mana intensitas radiasi frekuensi radio akan merosot sangat tajam seiring bertambahnya jarak fisik antara perangkat dan tubuh. Menjauhkan ponsel beberapa sentimeter dari kepala sudah cukup untuk menurunkan paparan energi secara signifikan.

Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan jangka panjang, pengguna disarankan memanfaatkan peranti handsfree atau pelantang suara (speakerphone) saat melakukan panggilan berdurasi lama. Selain itu, menyimpan ponsel di dalam tas alih-alih di saku celana yang menempel langsung pada tubuh merupakan langkah preventif yang bijak.

A
SENIOR AUDIO & WEARABLE SPECIALIST

Anif Sirsaeba

Mengelola dan menulis liputan audio, wearable, dan inovasi AI di KabarGadget.id. Fokus pada TWS, smartwatch, kamera, dan perkembangan model AI.

LIHAT SEMUA ARTIKEL OLEH ANIF SIRSAEBA →

TERKAIT