PeakDo resmi meluncurkan LinkPower Ultra, baterai portabel generasi terbaru yang dirancang khusus untuk menemani antena internet satelit SpaceX Starlink Mini. Aksesori ini dibanderol dengan harga sekitar Rp5,8 jutaan ($329) dan dipasang langsung pada bagian belakang perangkat Starlink Mini. Pembaruan utama terletak pada hadirnya sistem pendingin aktif berupa kipas terintegrasi serta perpindahan ke teknologi sel baterai semi-solid-state.
Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan operasional antena satelit portabel di ruang terbuka yang sering terpapar terik matahari secara langsung. Penggunaan dalam durasi panjang kerap memicu peningkatan suhu baterai eksternal. PeakDo merancang solusi pendinginan cerdas agar suplai daya ke perangkat internet tetap stabil di berbagai kondisi cuaca.
Sistem Pendingin Aktif dan Keamanan Sel Semi-Solid-State
Kipas pendingin pada PeakDo LinkPower Ultra bekerja secara otomatis berdasarkan sensor suhu internal. Kipas akan mulai berputar saat suhu baterai menyentuh angka 52°C. Sistem pendingin ini bakal terus bekerja sampai suhu turun ke 45°C. Langkah ini efektif menjaga efisiensi daya. Perangkat tidak cepat panas.
Selain pendinginan aktif, PeakDo beralih menggunakan sel baterai semi-solid-state. Sel lithium-ion konvensional memiliki risiko tinggi jika mengalami kebocoran atau kerusakan fisik. Tusukan pada sel lithium-ion biasa bisa memicu reaksi berantai hingga menyebabkan kebakaran. Penggunaan sel semi-solid-state meningkatkan stabilitas termal sekaligus menekan risiko kebocoran elektrolit secara signifikan saat dipakai di medan ekstrem.
Bodi Lebih Tipis dan Kapasitas Ramah Penerbangan
Penerapan teknologi sel yang lebih padat memungkinkan PeakDo memangkas ketebalan fisik baterai. LinkPower Ultra kini memiliki ketebalan hanya 22 mm. Angka ini lebih tipis dibandingkan pendahulunya, LinkPower 3, yang berukuran 27 mm. Bobot total perangkat ini berada di kisaran 663 gram. Bobotnya cukup ringan.
Kapasitas yang diusung sebesar 27.000 mAh atau setara dengan 99,9 Wh. Angka daya ini dirancang sangat presisi. Kapasitas tersebut berada tepat di bawah batas maksimal 100 Wh yang ditetapkan Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat. Pengguna dapat membawa baterai ini ke dalam kabin pesawat tanpa memerlukan izin khusus dari maskapai penerbangan. PeakDo mengklaim baterai ini mampu menyokong daya Starlink Mini hingga 5,5 jam dengan konsumsi rata-rata 20W.
Konektor Magnetik 65W dan Fitur Aplikasi Pintar
Pengisian daya ke antena Starlink Mini mengandalkan konektor DC magnetik berdaya hingga 65W. Mekanisme magnetik ini mempermudah proses pemasangan dan pelepasan. Tersedia pula satu port USB-C yang mampu mengalirkan daya 65W untuk mengisi ulang HP, tablet, atau laptop. Perangkat ini sangat fleksibel.
Proses pengisian ulang baterai via USB-C mendukung daya standar 65W. Angka tersebut bisa ditingkatkan hingga 100W melalui opsi pada perangkat lunak. LinkPower Ultra juga mendukung fitur pass-through charging. Antena tetap menyala saat baterai diisi ulang. Fitur ketahanan mencakup sertifikasi IP65 tahan debu dan percikan air, lubang ulir 1/4 inci untuk tripod, serta konektivitas Wi-Fi yang terhubung ke aplikasi PeakDo LinkPower untuk memantau status daya secara jarak jauh.
Rincian Harga dan Persaingan Pasar Aksesori
PeakDo menjual LinkPower Ultra dengan harga Rp5,8 jutaan ($329). Harga ini lebih mahal sekitar Rp1,4 jutaan ($80) dari LinkPower 3. Produsen memberikan potongan harga awal sebesar Rp531 ribuan ($30) selama 10 hari pertama. Tersedia pula paket bundel charger mobil dan dudukan adaptor dengan kisaran harga Rp6,2 jutaan ($349) hingga Rp6,9 jutaan ($389). Perangkat Starlink Mini sendiri dijual seharga Rp2,6 jutaan ($149) di situs resmi Starlink.
Pengiriman unit perdana dilakukan langsung dari China dengan estimasi waktu 7 hingga 15 hari kerja. PeakDo berencana mendaftarkan produk ini di platform Amazon pada awal November. Langkah PeakDo menghadirkan baterai canggih ini berpacu dengan rencana SpaceX yang dilaporkan sedang mengembangkan Starlink Mini generasi kedua dengan kemampuan baterai terintegrasi secara bawaan.

